Langsung ke konten utama

Prinsip Hidup Ahmad Zaky, Pendiri Sekaligus CEO Bukalapak.com

Hasil gambar untuk ceo bukalapakMasa remaja menjadi salah satu momen paling menentukan dalam kehidupan seseorang. Bagaimana tidak? Pada masa ini kita dibentuk menjadi pribadi dewasa yang siap menanggung berbagai konsekuensi. Otak yang terisi dengan berbagai pelajaran menjadikan kita lebih sensitif dan berhati-hati. Pentingnya masa remaja juga diyakini oleh Achmad Zaky, CEO Bukalapak yang kini sukses mengembangkan Bukalapak sebagai salah satu startup terbaik di Indonesia.
Datang dari kota kecil di Jawa Tengah, Zaky merasakan perbedaan budaya yang besar ketika pertama kali masuk ke Jurusan Teknik Informatika ITB. Jika di Jawa Tengah kultur budayanya lekat dengan sikap merendah dan memendam perasaan, kultur di ITB membuatnya harus beradaptasi dengan kebiasaan outspoken dalam mengemukakan pendapat.
Kegigihan pemuda asal Sragen ini dalam urusan kuliah dibuktikan dengan berhasil meraih IPK sempurna 4,0 di semester pertama. Ketika itu Zaky sangat memanfaatkan waktu yang ia miliki untuk membaca, mengulang materi kuliah, serta mendatangi kakak angkatan setiap ada materi yang dirasa belum dikuasai. Berlanjut di semester dua, Zaky bergabung di unit kemahasiswaan bernama Amateur Radio Club (ARC), sebuah club yang dulu didirikan oleh Onno W Purbo. Dari sinilah Zaky mendapatkan pengalaman nyata mengoprek komputer, jaringan, dan sejenisnya.
Selain pengalaman, mengikuti kegiatan juga membuat kita mendapat banyak teman. Percayalah, teman ngerjain tugas bareng, susah bareng, tidur bareng, atau seneng-seneng bareng di sekolah nanti akan sangat membantu di masa depan. Banyak teman saya dulu waktu di kampus yang membantu sama-sama membesarkan Bukalapak sekarang. Pendiri Bukalapak semua teman waktu di kampus ITB,” ucap CEO Bukalapak ini.
Perjuangan mencapai kesuksesan tidak ubahnya seperti memperjuangkan perasaan. Jadikan kegagalan sebagai pembelajaran. Jadikan penolakan sebagai pembuktian diri. Yakinlah kita pasti bisa! imbuhnya.
Setelah lulus kuliah tahun 2004, Zaky mulai menjajaki usaha di bidang e-commerce. Beberapa bulan setelah lulus, Zaky mendapat ide untuk membuat Bukalapak, sebuah e-commerce jual beli yang aman bagi semua orang. Bukalapak.com memiliki visi untuk mengubah hidup banyak orang dengan memajukan UMKM lewat internet.  Meski saat itu pengguna internet sangat terbatas dan masih menggunakan warnet untuk akses internet, dia tetap percaya jika bisnis ini akan sukses.
Saya cerita ke teman-teman tidak ada yang percaya dengan ide ini. Mereka memilih bekerja di perusahaan yang sudah mapan. Hampir sebagian besar menolak untuk bergabung. Banyak juga yang menertawakan bahwa bisnis internet itu enggak nyata. Akhirnya ada satu teman yang percaya! Sampai saat ini saya juga masih bingung kenapa dia bisa percaya sama saya waktu itu. Dialah co-founder dan CTO Bukalapak sampai saat ini,” ungkapnya dengan lantang.
Walau banyak yang tidak percaya, Zaky dan seorang temannya fokus mengembangkan Bukalapak secara diam-diam. Setelah selesai tahap pengembangan, Achmad Zaky mengajak para pedagang di mall untuk bergabung di Bukalapak.com. Sayangnya respon yang diberikan para pedagang di mal sangat rendah. Respon positif justru datang dari pedagang kecil. Sejak itulah Achmad Zaky dan tim Bukalapak.com fokus mengajak para pelaku UMKM. Pada tahun 2011, Bukalapak.com telah memiliki 10.000 pelapak yang bergabung dan jumlah tersebut terus bertambah. Kini, jumlah pelapak yang terdaftar di Bukalapak.com telah mencapai 2,2 juta orang dengan pengguna aktif yang telah menyentuh angka 35 juta orang. Tak hanya itu, dalam sehari, jumlah transaksi di Bukalapak.com telah mencapai 320 ribu transaksi dengan nilai ditaksir menyentuh 1 miliar rupiah.
Masa muda adalah masa kritis yang tidak boleh disia-siakan. Ambil semua kesempatan yang ditawarkan. Di sinilah kamu akan tahu apa yang benar-benar ingin dilakukan. Di momen ini, menurut pengalaman saya, kita harus memaksa diri untuk melakukan banyak hal. Kalau gagal ya udah. Nothing to loose. Masa-masa sekolah tidak seharusnya disia-siakan untuk hanya belajar saja tanpa melakukan apa-apa, pangkasnya.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian dan Contoh Soal Notice, Caution, dan Warning

Notice adalah peringgatan atau pemberitahuan yang berupa tulisan atau tanda untuk memberi informasi   , intruksi , atau peringatan kepada publik Caution adalah salah satu text fungsional yang berupa petunjuk agar seseorang melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Caution ini dapat berupa phrasa (gabungan kata), clausa (kalimat), atau berupa  gambar/tanda/sign. Warning adalah suatu Larangan agar supaya seseorang tidak melakukan hal tersebut karena dianggap sangat berbahaya. Jadi, warning hampir sama seperti notice tapi tingkat bahayanya lebih  tinggi dari notice. Sehingga larangannya bersifat lebih keras. Contoh soal notice : DON’T SWIMMING IN THIS AREA 1. The caution may be found at the dangerous areas in the following places, EXCEPT… A. beaches B. rivers C. ponds D. bathrooms 2. This caution is meant to warn anyone who walks on the floors to becareful because .....

Enam Pesan Inspiratif Profesor Habibie dalam Mencapai Kesuksesan

Sobat Brothers. Siapa, sih, yang tidak ingin meraih sukses? Tentu kan, tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak ingin sukses. Kita pasti yakin banyak pelajar dan mahasiswa yang ingin mengukir sebuah keberhasilan, namun untuk bisa mewujudkan hal tersebut kita harus mengetahui formulasi mencapai kesuksesan. Nah, maka dari itu diperlukan kiat khusus agar perjalanan menuju keberhasilan lebih mudah dilalui. Apa aja , sih , pesan dari Profesor Habibie untuk Sobat Brothers biar sukses? Pengen tau ? So .. baca sampai selesai , ya… 1. Keberhasilan bukan milik orang pintar , melainkan milik mereka yang senantiasa berusaha . Dalam sebuah video wawancara yang dilakukan oleh sebuah perusahaan , Pak Habibie pernah berpesan, “Percuma Anda memiliki IQ tinggi tapi pemalas. Yang penting adalah Anda sehat dan mau berkorban meraih apa yang diinginkan”. Kalimat Pak Habibie ini mengajarkan pada Sobat Brothe r s semua bahwa kecerdasan intelektual bukanlah satu-satunya faktor pe...